Bermain Es Pom-pom, Olah Kreativitas sampai Sensori Anak


Hai, Moms! Lagi main apa nih sama si kecil? Memang ya, lagi pandemik kayak gini paling bingung ngajak main anak, mau keluar rumah masih takut, tapi di rumah aja juga bosen. Apalagi kalau si kecil lagi aktif-aktifnya, bisa-bisa ibunya yang kewalahan karena bingung kasih mainan apa lagi hehehe.

Tapi, engga perlu bingung, moms, mungkin mainan sederhana yang satu ini bisa jadi solusi.Sudah pernah coba main es pom-pom belum? Permainan ini bukan sekedar main es aja loh, moms, tapi juga bisa melatih sensori dan kreativitas anak. Kok bisa? Yes! Permainan ini memang sederhana banget, Cuma tinggal siapin pom-pom, tray es batu, air dan pinset plastik.

Peralatannya simple ya..

Caranya juga gampang banget, tinggal dibekuin di dalam kulkas, terus keluarin kalau sudah membeku dan mainkan.Gampang banget!Manfaat dari permainan ini apa aja sih? Banyak banget, moms! Dari mulai persiapannya aja, anak-anak sudah bisa belajar memegang pinset dengan cara tripod grip atau memegang dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Bukan cuma sekedar memegang, tapi si kecil juga bisa belajar menjepit objek, belajar mengenal warna dan melatih fokus dengan memasukkan benda kecil (pom-pom) ke dalam kotak-kotak tray es.

Masukkan pom-pom ke dalam tray es batu

Nah, setelah es pom-pomnya jadi, anak-anak bisa tambah seru mainnya. Permainan es pom-pom ini merupakan salah satu sensory play atau permainan yang melatih dan menggunakan satu indera atau lebih, yang bermanfaat untuk mendorong si kecil untuk belajar mengobservasi, menstimulasi indera dan membangun hubungan syaraf di otak.

Belajar memegang pinset

Selain itu juga, permainan es pom-pom bisa melatih motorik halus, pengenalan tekstur kasar, pengenalan rasa dingin, dan pengenalan warna dasar. Kumpulan es-es berwara-warni tentunya akan menarik perhatian anak ya, moms. Mereka akan belajar menyentuh benda-benda kecil yang dingin dan berwarna-warni, nah koordinasi jari-jari tangan dan mata ini merupakan bagian dari fine motor skill (kemampuan motorik halus) atau gerakan otot kecil yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak-anak di usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun.

Anak di kenalkan dengan sensasi rasa dingin

Saya sendiri sudah mengenalkan permainan ini kepada Kee sejak dia berusia 8 bulan sampai sekarang di usianya yang sudah 2 tahun. Sensory Play juga banyak sekali, moms, beberapa contoh yang mungkin bisa moms coba di antaranya seperti bermain air, pasir, playdough, bantu-bantu di dapur untuk kenal bumbu-bumbu dan peralatan masak, dan tentu bermain di alam!

Selamat mencoba ya, moms!

Writer & Photos by Sista Sekartaji

Share

bloggreen parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *